Jumat, 31 Desember 2010

Keterampilan Interpersonal . PART.1 .

KETERAMPILAN INTERPESONAL . I

Ketrampilan Interpersonal. Program pembelajaran yang baru bagiku. Pembelajaran lapangan yang baruku ketahui di SI-ITS. Awalnya aku sangat takut dengan hal yang belum ku ketahui, imajinasi membayangkan apa itu KI membuat pikiran negative. Awalnya aku fikir bakal ada hal membosankan di dalamnya, duduk, mencatat, mendengarkan, itu fikiran yang membuatku malas mengikuti pembelajaran tersebut.

Ternyata, setelah pengarahan dari ketua jurusan sendiri yang menjelaskan tentang KI. Aku pun tertarik kedalam pembejaran tersebut. Di pembelajaran tersebut kita melakukan permainan yang memiliki tujuan dan manfaat terhadap kita.

Pertama aku dan teman-teman lainnya harus menutup mata, lalu kami di beri kertas berisi nama hewan, kami semua di suruh bersuara seperti hewan tersebut beserta gerakannya. Dari awal sudah terlihat tujuan permainan ini kita harus berusaha untuk menentukan siapa teman kita. Atau kita bisa mengambil pelajaran untuk kehidupan kita berusaha untuk suatu hal sangat di perlukan, bila kita hanya duduk menunggu kesempatan itu tidak mungkin. Walau mungkin hasilnya kadang tidak sesuat dengan apa yang kita inginkan.

Setelah menemukan teman kelompok kita. Teman kita bertambah dengan mereka lah teman seperjuangan di kelompok kita. Kita harus kompak agar menjadi kelompok yang terbaik. Kita harus menjalin hal yang baik untuk perjuangan kelompok kita kedepan. Dalam permainan atau pun kehidupan nyata. Walau individualisme sering di tunjukan oleh beberapa orang, tapi kelompok atau orang lain juga sangat berpengaruh dengan kehidupan kita. Kita membutuhkan orang lain untuk kehidupan kita, aku pun tak bisa hidup bila tak ada teman-teman yang membantuku dalam memberikan semangat khususnya kepadaku.

Permainan awal yang kita lakukan dalam kelompok katak. Kami di beri sebuah bola, apabila kita mendapatkan bola tersebut kita harus mengucapkan “Terima Kasih” selanjutnya nama kita. Karena ada juga teman kita yang lainnya belum mengenal. Selanjutnya, kita lempar keteman kita lainnya. Begitu terus hingga kita mengenal semua teman katak kita. Dari permainan tersebut, aku dapat memerima pembelajaran tersendiri. Dilain sisi aku memililki teman-teman baru yang pastinya membantuku dalam berusaha didalam perkuliahan . Aku mendapat pelajaran “Berterima Kasih” bila kau sudah diberi. Sangat bermanfaat sekali dalam kehidupan bersosialisasiku. Mungkin juga teman-teman yang lainnya, aku bisa menghormati mereka ataupun semua orang yang telah membantuku. Kadang itu hal sepele yang semua orang sering melakukannya, tapi kadang tak ada yang tak mungkin. Lupa wajar dilakukan oleh beberapa orang.

Ada hal baru juga dalam melemparan bola terhadap teman kita, harus tepat agar teman kita bisa menangkap dan tidak menyusahkan bila terlalu rendah atau ketinggian. Cara itu juga menjadi pembelajaranku dalam kehidupanku untuk memberi bantuan misalnya. Aku harus cepat, tepat dan lekas menangkap. Membantu teman kita dalam hal apa pun tersebut sangat penting. Aku pun percaya timbal balik dalam kehidupanku. Walau meminta kadang tak baik, tapi tak bisa di pungkiri aku pasti melakukannya. Karena aku tak bisa hidup tanpa orang lain. Tak hanya diriku orang lain pun pasti membutuhkannya juga. Kecepatan mengambil bola yang dilempar oleh teman kita agar tidak jatuh kelantai juga berarti pada kita dalam melakukan sesuat harus cepat dan tepat. Agar kita bisa dengan mudah menyelesaikan dan dapat meneliti kembali. Tidak menyusahkan orang lain juga.

Setelah tangkap bola selesai, kesenangan kita tidak berhenti sampai situ. Kita mendapat tugas membuat yel-yel kelompok yang mempunyai point kata yang harus di ucapkan. Tugas tersebut membuat berbagai macam pendapat oleh seluruh anggota, keinginan untuk berbicara, memberikan pendapat, ramai dan terasa benar kepedulian anggota agar kelompok kita tidak memalukan. Karena hanya 10 menit kesempatan berfikir oleh tim. Setelahnya kita harus tampil di panggung dan dilihat oleh seluruh teman kita dan kakak kelas kita.

Keinginan memberikan ide sangat membantu kekompakan kelompok kita. Karena semua ingin berpendapat munculah sosok ketua untuk memutuskan dan merangkum pendapat kita semua. Dari situ terdapat pembelajaran yang tak terkira. Awalnya tak ada pemimpin ternyata dengan permasalahan tersebut kita menemukan pemimpin yang sangat berpengaruh, sama halnya dalam hidup kita. Aku pun suatu saat harus berani menjadi pemimpin yang memiliki tanggung jawab, cerdas dalam memutuskan permasalahan. Harus bisa menyelesaikan permasalahan agar memudahkan semua anggota. Ketua sangat penting dalam kelompok. Ketua pun sangat di hormati dalam kepemimpinannya, keputusannya menjadi kebaikan bersama. Tidak ada sifat memihak bila menjadi ketua. Harus peduli juga dengan anggotanya. Sosok yang patut di banggakan. Selain ketua yang menjadi pembelajaran, aku pun menjadi berani berpendapat.

Keputusan di dapat, tim pun berani tampil. Sifat pemalu tak terlihat didalamnya karena semangat kelompok. Tak ingin mengecewakan dan memalukan di depan umum. Kekompakan menjadi otomatis terjadi dalam kelompoku. Saling mengingatkan, menjadi kesan kebersamaan sendiri. Mungkin awal wajar sifat pemalu antar anggota. Tapi kita semua berusaha menghilangkannya dalam penampilan perdana kita. Sifat kekompakan tersebut menjadi ilmu yang ku dapatkan. Aku menjadi berani berpendapat, tawa-canda dalam kelompok menjadi semangat tersendiri. Hangat rasa persodaraan sangat terasa di dalamnya.

Setelah penampilan kelompok, kita mendapat tugas terakhir. Kita di beri selembar kertas yang berisi nama, alamat, dan nomer telpon. Ternyata kita harus mengisinya dalam waktu yang tak lama. Cara mengisinya kita harus bertanya tidak boleh melihat milik teman kita. Untuk mendapat isi tersebut kita harus bertanya secara langsung. Sehingga terjadilah komunikasi dan pertukaran informasi. Dari tugas tersebut aku pun harus berjuang mendapatkan infomasi temanku. Sama halnya dengan tugas sebelumnya aku harus berjuang mendapatkan sesuatu apa pun yang ku inginkan. Sopan dalam bertanya juga menjadi pembelajaranku untuk bertanya pada temanku. Dalam mencatat informasi teman kita juga buat ku harus cepat untuk mengisi lembar tersebut. Kemampuan pendengaranku juga harus peka untuk mengetahuinya. Dalam ekspresi bertanya juga berpengaruh, bila kita bertanya dengan baik pasti yang menjawab juga senang. Jadi beranilah bertanya, seperti pepatah dulu agar kita tidak tersesat atau salah dalam informasi yang diterima.

Jadi, KI (Ketrampilan Interpersonal) merupakan pembelajaran lapangan yang baru bagiku dan menyenangkan. Karena kita juga aktif di dalamnya, tak hanya duduk, diam, mendengarkan cara pembelajaran itu. KI memberi cara baru untuk kita dalam menerima materi kuliah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar