Nama : Nurul Iriandani
NRP : 5210100059
KETERAMPILAN INTERPERSONAL. 2
Semangat mengikuti pelajaran KI membuatku tak sabar. Mata kuliah lapangan yang sangat menyenangkan dan membuatku tak ingin kehilangan atau kelewatan. Semangat menggebu untuk setiap hari selasa.
Membuat barisan seperti biasa bersama kelompok masing-masing yang telah ditentukan minggu kemarin. Kelompok itu menjadi keluarga kecilku, bersamanya menjadi yang terbaik menjalin kebersamaan dan kekompakan. Setelah anggota sudah terkumpul dan lengkap, kami bergabung dengan yang lainnya dan membuat lingkaran besar. Disitu terjalin silahturahmi antar sesama, setelahnya kami mendapat instruksi oleh pembimbing. Kami berhitung dari 1 sampai 6 dan saat orang ke.7 mengatakan “UP”dengan tngan keatas. Dilain berhitung tangan kami menjadi arah siapa urutan nomor berikutnya. Tapi bila kita salah, telat mengatakan nomor berikutnya, tidak mengatakan UP saat di hitungan 7. Kami mendapat hadiah, tampil di panggung dan mendapat hadiah dari seluruh teman-teman. Dari permainan tersebut kami harus fokus terhadap urutan selajutnya. Dilain itu kita dilatih kelantangan suara, agar teman selanjutnya terdengar dan tidak mendapat hadiah. Kebersamaan, kekompakan, keawasan kita diuji didalamnya.
Hadiah sudah didapat, lalu kami berkumpul dalam kelompok kecil. Kakak pembimbing memberikan instruksi selanjutnya. Permainan selanjutnya, kami mencari pasangan dalam kelompok kita. Selanjutnya, kami bercerita dengannya. Tapi lawan bicara kit hanya diam, tidak boleh berekspresi apa pun. Selain itu, kami tidak boleh bercerita menggunakan kata “saya”. Dalam sesi ini, sangat terasa pentingnya timbal-balik pada saat berkomunikasi. Sama halnya dengan menghargai orang lain yang melakukan apapun. Bercerita bukan harus diri kita, kita juga harus peduli dengan orang yang disekitar kita. Berbicara tanpa penggunakan saya pada sesi ini sulit, karena tidak terbiasa. Terasa sekali kita dilarang untuk egois menceritakan tentang kita. Ilmu yang diterima dalam hal ini, harus ada timbal-balik didalam berkomunikasi.
Selanjutnya permainan Origami. Permainan melipat kertas ini debutuhkan imajinasi yang luas, tapi dalam permainan ini. Kami memiliki satu instruksi yang wajib kita dengar untuk langkah-langkah membuatnya, dan kita berbalik badan tidak boleh melihat pemimpin kita. Terasa sekali ke fokusan kita terhadap satu hal, sulit mencabangkan pikiran. Bila kita tidak fokus padanya, kita mudah terpengaruhi oleh lingkungan sekitar. Seperti, suara dari kelompok lain, atau tak jarang aku melihat pemimpin. Pelajaran untuk fokus dan mendengarkan pembicara mejadi sumber keberhasilan dalam permainan tersebut.
Permainan terakhir, kami membuat tujuan kedepan untuk kelompok. Dan kami semua memberikan ide terbaik. Tidak ada beda, setiap masing-masing tamanku. Memiliki tujuan yang sama untuk kelompok. Kekeluargaan, kebersamaan, terbuka, saling support, menjadi tujuan kami untuk kelompok. Terlihat betapa pedulinya kita untuk kelompok kita kedepan.
Sifat menghargai menjadi pelajaran dalam materi kuliah kali ini. Saya sendiri sulit untuk fokus, dari materi tersebut saya mendapatkan pelajaran bagaimana fokus dengan satu hal, serta menghargai pembicara. Serta rasa kekeluargaamn bersama seluruh anggota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar